7 Prosedur Chemical Handling dan Penyimpanan yang Benar - Penanganan dan penyimpanan bahan kimia (chemical handling) yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko serius, baik terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menerapkan prosedur yang benar demi menjaga keselamatan kerja serta mencegah kecelakaan di tempat kerja. Berikut adalah 7 prosedur chemical handling dan penyimpanan yang benar.
Sebelum menangani bahan kimia, penting untuk mengetahui sifat dan bahayanya. Bacalah Safety Data Sheet (SDS) untuk memahami informasi seperti:
Dengan mengenali karakteristik bahan, pekerja bisa lebih waspada dan mengambil langkah perlindungan yang tepat.
Gunakan APD sesuai jenis bahan kimia yang ditangani. APD yang umum digunakan meliputi:
APD adalah lapisan perlindungan utama dari paparan bahan kimia berbahaya.
Pastikan semua wadah bahan kimia diberi label yang jelas dan sesuai standar. Label harus mencantumkan:
Label membantu menghindari kesalahan penggunaan dan mendukung penanganan darurat yang lebih cepat.
Bahan kimia harus disimpan berdasarkan kompatibilitasnya. Hindari menyimpan bahan yang bisa bereaksi jika tercampur, seperti:
Gunakan lemari penyimpanan khusus bahan kimia dengan ventilasi yang baik dan material tahan korosi.
Ruang penyimpanan harus selalu bersih, rapi, dan bebas tumpahan. Beberapa tips yang bisa diterapkan:
Semua pekerja yang berhubungan dengan bahan kimia wajib mendapatkan pelatihan tentang:
Pelatihan membantu membentuk budaya kerja yang aman dan bertanggung jawab.
Pastikan tersedia perlengkapan darurat di area kerja, seperti:
Selain itu, seluruh tim harus memahami prosedur tanggap darurat dan melakukan simulasi secara berkala.
Prosedur chemical handling dan penyimpanan yang benar bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, tapi juga bentuk komitmen terhadap keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan. Dengan menerapkan 7 langkah di atas secara konsisten, risiko kecelakaan kerja akibat bahan kimia dapat ditekan seminimal mungkin.