berita PAKKI
https://pakki.org/storage/artikel/47-Chemical Handling.jpg

7 Prosedur Chemical Handling dan Penyimpanan yang Benar

7 Prosedur Chemical Handling dan Penyimpanan yang Benar - Penanganan dan penyimpanan bahan kimia (chemical handling) yang tid...

17 Maret 2025 | Konten ini diproduksi oleh A2K4

7 Prosedur Chemical Handling dan Penyimpanan yang Benar - Penanganan dan penyimpanan bahan kimia (chemical handling) yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko serius, baik terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menerapkan prosedur yang benar demi menjaga keselamatan kerja serta mencegah kecelakaan di tempat kerja. Berikut adalah 7 prosedur chemical handling dan penyimpanan yang benar.


1. Mengenali Karakteristik Bahan Kimia

Sebelum menangani bahan kimia, penting untuk mengetahui sifat dan bahayanya. Bacalah Safety Data Sheet (SDS) untuk memahami informasi seperti:

  • Titik nyala dan reaktivitas
  • Bahaya kesehatan
  • Prosedur penanganan darurat

Dengan mengenali karakteristik bahan, pekerja bisa lebih waspada dan mengambil langkah perlindungan yang tepat.


2. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)

Gunakan APD sesuai jenis bahan kimia yang ditangani. APD yang umum digunakan meliputi:

  • Sarung tangan tahan bahan kimia
  • Kacamata keselamatan
  • Masker atau respirator
  • Pakaian pelindung

APD adalah lapisan perlindungan utama dari paparan bahan kimia berbahaya.


3. Labeling dan Penandaan yang Jelas

Pastikan semua wadah bahan kimia diberi label yang jelas dan sesuai standar. Label harus mencantumkan:

  • Nama bahan kimia
  • Simbol bahaya (GHS)
  • Tanggal kadaluwarsa (jika ada)

Label membantu menghindari kesalahan penggunaan dan mendukung penanganan darurat yang lebih cepat.


4. Penyimpanan Sesuai Jenis Bahan Kimia

Bahan kimia harus disimpan berdasarkan kompatibilitasnya. Hindari menyimpan bahan yang bisa bereaksi jika tercampur, seperti:

  • Asam dan basa kuat
  • Oksidator dan bahan organik
  • Bahan mudah terbakar dan sumber panas

Gunakan lemari penyimpanan khusus bahan kimia dengan ventilasi yang baik dan material tahan korosi.


5. Menjaga Kebersihan dan Kerapihan Area Penyimpanan

Ruang penyimpanan harus selalu bersih, rapi, dan bebas tumpahan. Beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Letakkan bahan kimia di rak yang kokoh dan stabil
  • Hindari menyimpan bahan di tempat yang terkena sinar matahari langsung
  • Periksa secara berkala kondisi wadah dan kemasan

6. Pelatihan Rutin untuk Pekerja

Semua pekerja yang berhubungan dengan bahan kimia wajib mendapatkan pelatihan tentang:

  • Cara membaca SDS
  • Prosedur penanganan darurat (tumpahan, kebakaran, kontak langsung)
  • Cara menggunakan dan merawat APD

Pelatihan membantu membentuk budaya kerja yang aman dan bertanggung jawab.


7. Siapkan Prosedur Tanggap Darurat

Pastikan tersedia perlengkapan darurat di area kerja, seperti:

  • Shower darurat dan eyewash station
  • Alat pemadam api
  • Kit tumpahan bahan kimia
  • Jalur evakuasi yang jelas

Selain itu, seluruh tim harus memahami prosedur tanggap darurat dan melakukan simulasi secara berkala.


Kesimpulan

Prosedur chemical handling dan penyimpanan yang benar bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, tapi juga bentuk komitmen terhadap keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan. Dengan menerapkan 7 langkah di atas secara konsisten, risiko kecelakaan kerja akibat bahan kimia dapat ditekan seminimal mungkin.