berita PAKKI
https://pakki.org/storage/artikel/20240717192527.jpg

Macam – Macam Bahaya dan Risiko di Tempat Kerja, Pekerja Wajib Tahu!

Setiap tempat kerja memiliki potensi bahaya dan risiko yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja. Penting bagi s...

17 Juli 2024 | Konten ini diproduksi oleh A2K4

Setiap tempat kerja memiliki potensi bahaya dan risiko yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja. Penting bagi setiap pekerja untuk mengenali jenis-jenis bahaya ini dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Berikut adalah berbagai macam bahaya dan risiko di tempat kerja yang harus diketahui oleh pekerja:

1. Bahaya Fisik

Bahaya fisik adalah risiko yang berasal dari lingkungan fisik di tempat kerja. Contohnya:

  • Bising: Paparan kebisingan tinggi dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
  • Getaran: Pekerjaan yang melibatkan mesin bergetar dapat menyebabkan cedera pada tangan dan lengan.
  • Radiasi: Pekerja yang terpapar radiasi ionisasi, seperti di sektor medis atau nuklir, berisiko mengalami masalah kesehatan serius.

2. Bahaya Kimia

Paparan bahan kimia berbahaya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Contohnya:

  • Bahan Beracun: Seperti pestisida, asbes, dan pelarut organik dapat menyebabkan keracunan akut atau kronis.
  • Iritan: Bahan kimia yang menyebabkan iritasi kulit, mata, atau sistem pernapasan.
  • Karsinogenik: Bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker.

3. Bahaya Biologis

Bahaya biologis berasal dari organisme hidup yang dapat menyebabkan penyakit. Contohnya:

  • Bakteri dan Virus: Pekerja di sektor kesehatan atau laboratorium berisiko terpapar patogen menular.
  • Jamur dan Spora: Pekerja di lingkungan lembab atau yang menangani bahan organik berisiko terpapar jamur dan spora.

4. Bahaya Ergonomis

Bahaya ergonomis berkaitan dengan desain tempat kerja yang dapat menyebabkan cedera atau ketidaknyamanan fisik. Contohnya:

  • Postur yang Buruk: Duduk atau berdiri dengan postur yang tidak benar dapat menyebabkan nyeri punggung dan leher.
  • Gerakan Berulang: Melakukan gerakan yang sama secara terus-menerus dapat menyebabkan cedera otot dan sendi.
  • Pengangkatan Beban Berat: Mengangkat beban yang terlalu berat dapat menyebabkan cedera pada punggung dan anggota tubuh lainnya.

5. Bahaya Psikososial

Bahaya psikososial berkaitan dengan tekanan mental dan emosional di tempat kerja. Contohnya:

  • Stres Kerja: Beban kerja yang tinggi dan lingkungan kerja yang tidak mendukung dapat menyebabkan stres berlebihan.
  • Kekerasan dan Pelecehan: Pekerja yang mengalami kekerasan fisik atau pelecehan verbal di tempat kerja dapat mengalami masalah kesehatan mental dan emosional.
  • Kurangnya Dukungan Sosial: Kurangnya dukungan dari rekan kerja atau atasan dapat memperburuk kondisi psikososial pekerja.

6. Bahaya Mekanis

Bahaya mekanis berasal dari peralatan atau mesin di tempat kerja. Contohnya:

  • Cedera Mesin: Pekerja yang menggunakan mesin tanpa pengaman yang memadai berisiko terkena cedera seperti terpotong atau terjepit.
  • Jatuh dari Ketinggian: Pekerja yang bekerja di ketinggian tanpa alat pengaman yang memadai berisiko jatuh dan mengalami cedera serius.
  • Tersandung dan Terpeleset: Kondisi lantai yang licin atau tidak rata dapat menyebabkan pekerja tersandung atau terpeleset.

7. Bahaya Elektrikal

Bahaya elektrikal berkaitan dengan penggunaan listrik di tempat kerja. Contohnya:

  • Kejutan Listrik: Pekerja yang bekerja dengan instalasi listrik tanpa perlindungan yang memadai berisiko terkena kejutan listrik.
  • Kebakaran: Instalasi listrik yang tidak aman dapat menyebabkan kebakaran di tempat kerja.
  • Korsleting: Peralatan listrik yang rusak atau tidak terawat dapat menyebabkan korsleting dan menimbulkan bahaya.


Tips Mengurangi Bahaya dan Risiko di Tempat Kerja


  1. Identifikasi Bahaya: Lakukan identifikasi dan evaluasi risiko secara berkala di tempat kerja.
  2. Pelatihan Keselamatan: Berikan pelatihan keselamatan kepada semua pekerja untuk mengenali dan mengatasi bahaya.
  3. Penggunaan APD: Gunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai untuk setiap jenis bahaya.
  4. Desain Ergonomis: Pastikan tempat kerja dirancang dengan memperhatikan prinsip ergonomis.
  5. Pengelolaan Stres: Ciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan kelola stres dengan baik.
  6. Perawatan Peralatan: Lakukan perawatan dan pemeriksaan rutin pada semua peralatan dan mesin.
  7. Prosedur Darurat: Siapkan prosedur darurat dan latih pekerja untuk menghadapinya.


Dengan mengenali dan mengelola berbagai macam bahaya dan risiko di tempat kerja, kita dapat

menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat bagi semua pekerja.