berita PAKKI
https://pakki.org/storage/artikel/755-Cover LSP (2).jpg

Membangun Model Total Cost of Risk (TCOR) yang Audit-Ready untuk Praktisi K3

Dalam banyak organisasi, biaya risiko K3 sering kali dipahami secara parsial: klaim asuransi, biaya pengobatan, atau denda re...

28 Januari 2026 | Konten ini diproduksi oleh A2K4

Dalam banyak organisasi, biaya risiko K3 sering kali dipahami secara parsial: klaim asuransi, biaya pengobatan, atau denda regulator. Padahal, angka-angka tersebut hanya sebagian kecil dari true cost yang ditanggung perusahaan. Di sinilah konsep Total Cost of Risk (TCOR) menjadi krusial—bukan hanya untuk pengambilan keputusan, tetapi juga untuk kebutuhan audit, manajemen risiko, dan justifikasi investasi K3.

Artikel ini membahas pendekatan teknis membangun model TCOR yang audit-ready, mencakup struktur kategori biaya, mekanisme pengumpulan data lintas departemen, serta metode estimasi konservatif untuk biaya tidak langsung yang sering luput dari pencatatan formal.



1. Memahami TCOR dalam Konteks K3 Modern

Secara operasional, TCOR adalah total biaya yang dikeluarkan organisasi akibat eksposur risiko, baik yang sudah terjadi (loss) maupun biaya pencegahannya. Dalam konteks K3, TCOR tidak hanya mencerminkan kecelakaan kerja, tetapi juga ketidakpatuhan, gangguan operasional, dan risiko reputasi.

Model TCOR yang baik harus:

  • Konsisten secara metodologi
  • Transparan sumber datanya
  • Dapat direkonsiliasi dengan laporan keuangan
  • Tahan terhadap audit internal maupun eksternal

2. Struktur Kategori Biaya TCOR (Audit-Ready Framework)

Agar audit-ready, kategori TCOR perlu disusun secara mutually exclusive dan collectively exhaustive (MECE). Praktik umum yang defensible adalah membagi TCOR menjadi empat kelompok utama berikut.

A. Direct Cost (Biaya Langsung)

Biaya yang secara langsung muncul akibat insiden K3 dan mudah ditelusuri ke dokumen keuangan.

Contoh:

  • Biaya pengobatan dan perawatan medis
  • Kompensasi pekerja (workers compensation)
  • Biaya evakuasi dan pertolongan pertama
  • Perbaikan atau penggantian aset yang rusak akibat insiden
  • Overtime untuk pengganti pekerja yang cedera

Karakteristik audit:

  • Tercatat di sistem keuangan
  • Didukung invoice atau klaim
  • Relatif rendah subjektivitas

B. Indirect Cost (Biaya Tidak Langsung)

Biaya yang timbul sebagai dampak lanjutan insiden, tetapi tidak tercatat secara eksplisit sebagai “biaya kecelakaan”.

Contoh umum:

  • Kehilangan produktivitas (downtime)
  • Waktu supervisor untuk investigasi
  • Penurunan kualitas atau rework
  • Training ulang pekerja pengganti
  • Moral dan engagement pekerja menurun
  • Gangguan jadwal produksi atau proyek

Catatan penting: biaya ini sering kali lebih besar dari direct cost, namun jarang dihitung secara sistematis.

C. Insurance Cost (Biaya Transfer Risiko)

Biaya yang berkaitan dengan mekanisme pembiayaan risiko.

Komponen utama:

  • Premi asuransi K3 dan liability
  • Deductible dan self-insured retention
  • Biaya administrasi klaim
  • Broker fee atau risk consultant

Untuk audit-ready TCOR, penting memisahkan:

  • Biaya premi (preventive/anticipatory)
  • Biaya klaim aktual (loss realization)

D. Regulatory & Compliance Cost

Biaya yang muncul akibat kewajiban regulasi atau sanksi.

Contoh:

  • Denda dan penalti dari regulator
  • Biaya audit kepatuhan eksternal
  • Biaya pemenuhan corrective action
  • Biaya legal dan konsultasi hukum
  • Biaya penghentian sementara operasi oleh regulator

Kategori ini sering tersebar di berbagai cost center, sehingga perlu pemetaan lintas fungsi.



3. Strategi Pengumpulan Data Lintas Departemen

Kesalahan umum dalam penyusunan TCOR adalah mengandalkan satu departemen (biasanya K3 atau HR). TCOR yang solid harus dibangun dari multiple data owner.

Berikut pendekatan praktisnya.

A. Pemetaan Data Owner

DepartemenData yang RelevanK3 / HSEData insiden, investigasi, corrective actionHRAbsensi, turnover, kompensasi, jam kerja hilangFinanceInvoice, cost center, klaim, cadangan biayaOperasionalDowntime, loss output, reworkLegal / ComplianceDenda, biaya hukum, hasil auditProcurementPremi asuransi, vendor medis

Langkah kunci: sepakati definisi data di awal agar tidak terjadi perbedaan interpretasi saat audit.

B. Prinsip Audit-Ready Data Collection

  • Gunakan data historis yang terdokumentasi
  • Hindari estimasi individual tanpa dasar
  • Simpan asumsi perhitungan secara tertulis
  • Pastikan jejak audit (audit trail) tersedia

TCOR yang baik bukan soal angka paling besar, tetapi angka yang paling bisa dipertanggungjawabkan.



4. Template Kategori Biaya TCOR (Praktis & Defensible)

Contoh template sederhana yang sering dipakai untuk tahap awal:

A. Direct Cost

  • Medical treatment cost
  • Compensation & benefits
  • Asset damage
  • Emergency response cost

B. Indirect Cost

  • Lost work hours
  • Supervisor & investigation time
  • Production downtime
  • Training replacement worker
  • Quality loss / rework

C. Insurance Cost

  • Annual premium
  • Deductible paid
  • Claim handling cost

D. Regulatory & Compliance

  • Fines & penalties
  • Legal fees
  • Compliance improvement cost

Template ini bisa dikembangkan sesuai kompleksitas industri.



5. Metode Estimasi Konservatif untuk Biaya Tidak Langsung

Karena indirect cost jarang tercatat, pendekatan konservatif dan konsisten sangat penting agar tidak dianggap spekulatif saat audit.

Beberapa metode yang umum digunakan:

A. Cost Multiplier Method (Konservatif)

Pendekatan klasik menggunakan rasio terhadap direct cost.

Contoh konservatif:

  • Indirect cost = 0,5 – 1,0 × direct cost

Catatan: hindari multiplier agresif kecuali ada data historis internal.

B. Time-Based Valuation

Menghitung waktu yang terbuang dikalikan biaya tenaga kerja.

Contoh:

  • Jam supervisor untuk investigasi × hourly rate
  • Jam downtime mesin × cost per hour produksi

Metode ini relatif kuat secara audit karena berbasis data waktu.

C. Historical Benchmark Internal

Jika organisasi memiliki data insiden sebelumnya:

  • Bandingkan output sebelum dan sesudah insiden
  • Gunakan rata-rata historis, bukan kasus ekstrem

Auditor cenderung menerima pendekatan ini karena berbasis data internal.

D. Lower-Bound Assumption

Gunakan asumsi nilai minimum yang masih rasional.

Prinsipnya:

“Lebih baik under-estimate secara defensible daripada over-estimate yang sulit dibuktikan.”



6. Menjadikan TCOR sebagai Alat Manajemen, Bukan Sekadar Laporan

TCOR yang audit-ready seharusnya tidak berhenti di laporan tahunan. Model ini idealnya digunakan untuk:

  • Justifikasi investasi K3
  • Evaluasi efektivitas program pencegahan
  • Penentuan prioritas risiko
  • Diskusi strategis dengan manajemen dan finance

Saat TCOR disajikan dengan struktur yang jelas dan asumsi yang transparan, fungsi K3 bergeser dari cost center menjadi risk value driver.


Membangun TCOR yang audit-ready bukan soal kompleksitas model, melainkan disiplin metodologi dan integritas data. Dengan struktur kategori yang jelas, kolaborasi lintas departemen, dan estimasi konservatif untuk biaya tidak langsung, praktisi K3 dapat menyajikan gambaran biaya risiko yang lebih utuh, kredibel, dan relevan bagi pengambil keputusan.