berita PAKKI
https://pakki.org/storage/artikel/712-ERT TEAM.jpg

Peran ERT dalam Mengelola Krisis dan Mengurangi Dampak Terhadap Operasional Industri

Peran ERT dalam Mengelola Krisis dan Mengurangi Dampak Terhadap Operasional Industri - Dalam dunia industri yang kompleks dan...

24 Maret 2025 | Konten ini diproduksi oleh A2K4

Peran ERT dalam Mengelola Krisis dan Mengurangi Dampak Terhadap Operasional Industri - Dalam dunia industri yang kompleks dan dinamis, risiko terjadinya krisis seperti kebakaran, kebocoran bahan kimia, bencana alam, hingga gangguan operasional tidak dapat dihindari sepenuhnya. Oleh karena itu, keberadaan ERT (Emergency Response Team) menjadi sangat vital. ERT merupakan tim tanggap darurat yang dibentuk secara khusus oleh perusahaan untuk menghadapi kondisi darurat yang dapat mengancam keselamatan karyawan, merusak aset, serta mengganggu kelangsungan operasional industri.


Pelatihan rutin sangat penting untuk memastikan bahwa anggota tim ERT siap menghadapi berbagai jenis insiden. Simulasi insiden realistis membantu anggota tim memahami peran mereka dalam situasi darurat dan mengevaluasi efektivitas prosedur yang telah ditetapkan. Selain itu, pelatihan juga membantu memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam tim.


Jenis Pelatihan yang Diperlukan untuk Anggota ERT


Anggota ERT harus dilatih dalam berbagai keterampilan:

  • Penanganan bahan kimia berbahaya: Mengenali dan menangani bahan kimia yang mungkin tumpah.
  • Pemadaman kebakaran: Teknik pemadaman kebakaran dengan menggunakan alat pemadam api.
  • Pertolongan pertama dan CPR: Menggunakan keterampilan medis dasar untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban.
  • Pelatihan komunikasi darurat: Mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif dalam situasi krisis.


Alat dan Perlengkapan yang Dibutuhkan oleh ERT dalam Menangani Situasi Darurat


Peralatan dan Alat Pelindung Diri (APD) untuk ERT

  • Alat Pemadam Api: Untuk mengatasi kebakaran yang terjadi di area kerja.
  • Masker Gas dan Respirator: Untuk melindungi ERT dari bahan kimia berbahaya atau asap tebal.
  • Alat Komunikasi Darurat: Radio atau perangkat komunikasi lainnya untuk memastikan koordinasi yang lancar antara anggota tim dan pihak eksternal.
  • Peralatan Medis: Termasuk perlengkapan pertolongan pertama, defibrilator, dan alat untuk menangani luka atau kecelakaan.


Teknologi Pendukung ERT


  • Sistem Manajemen Insiden Berbasis Cloud: Untuk memungkinkan pemantauan insiden secara real-time dan menyimpan data respons untuk evaluasi pasca-insiden.
  • Perangkat Pelacakan Lokasi: Sistem pelacakan berbasis GPS untuk memantau posisi anggota tim atau peralatan di area darurat.
  • Aplikasi Respons Darurat: Aplikasi untuk koordinasi cepat, penyampaian informasi, dan pelaporan langsung ke pihak terkait.


Tren Hari Ini Pemanfaatan IoT dan AI dalam Penanganan Darurat


  • IoT (Internet of Things): Sensor IoT yang dapat memonitor kondisi area berbahaya secara real-time, seperti level gas berbahaya, suhu ekstrem, atau kebocoran bahan kimia, untuk mendukung respons yang lebih cepat dan akurat.
  • AI (Artificial Intelligence): AI digunakan untuk menganalisis data insiden, membantu memprediksi potensi bahaya, serta memberikan rekomendasi respons yang lebih efisien.


Peran ERT dalam Mengelola Krisis dan Mengurangi Dampak Terhadap Operasional Industri


ERT tidak hanya bertugas menangani insiden secara langsung, tetapi juga mempersiapkan pemulihan jangka panjang, termasuk memastikan kelangsungan operasi industri yang terdampak. 

Mereka mengidentifikasi potensi dampak pada produksi, distribusi, dan layanan pasca-insiden, serta memastikan bahwa semua langkah pemulihan dijalankan dengan cepat untuk meminimalkan kerugian finansial.


Tanggung Jawab ERT dalam Komunikasi Krisis


ERT bertanggung jawab atas komunikasi yang jelas dan transparan selama dan setelah insiden, baik dengan pihak internal (misalnya, manajemen, pekerja) maupun eksternal (misalnya, pelanggan, media, regulator). Protokol komunikasi yang baik sangat penting untuk mengurangi kecemasan, menjaga reputasi perusahaan, dan memastikan semua pihak yang terlibat menerima informasi yang akurat.


Evaluasi Kinerja ERT: Mengukur Efektivitas Tim dalam Tanggap Darurat


Metode untuk Menilai Kinerja ERT

  • Kinerja ERT dievaluasi berdasarkan seberapa cepat dan tepat mereka dapat merespons insiden, serta efisiensi dalam mengendalikan situasi.
  • Indikator lainnya termasuk keterampilan koordinasi tim, penggunaan peralatan, dan komunikasi internal yang efektif.


Pentingnya Review Pasca-Kejadian dan Pembelajaran dari Kesalahan

  • Setelah setiap insiden, dilakukan review menyeluruh untuk mengevaluasi kecepatan respons, keputusan yang diambil, dan efektivitas prosedur yang diikuti.
  • Pembelajaran dari kejadian-kejadian tersebut digunakan untuk memperbaiki SOP dan pelatihan ERT, serta mencegah kesalahan yang sama di masa depan.
  • Penggunaan data analitik memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi pola, mengukur kinerja berdasarkan metrik yang relevan, dan melakukan perbaikan berkelanjutan pada tim ERT.


Penutup


Keberadaan ERT bukan sekadar formalitas, melainkan komponen krusial dalam sistem manajemen krisis suatu industri. Dengan pelatihan yang tepat, peralatan yang memadai, dan dukungan manajemen yang kuat, ERT dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan operasional industri di tengah situasi darurat.

Investasi dalam penguatan ERT adalah langkah strategis untuk meminimalkan kerugian dan membangun ketangguhan perusahaan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.